Kulon Progo sedang bergerak. Bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi juga soal bagaimana warganya, khususnya generasi muda mulai mendekatkan diri pada sejarah dan budaya daerah lewat cara yang paling akrab bagi mereka: konten digital.
Ketika Generasi Muda Merekam Sejarah Lewat Lensa
Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Kulon Progo baru saja menggelar lokakarya sekaligus kompetisi konten kreatif bertajuk Mata Lensa Merekam Cerita Sejarah. Kegiatan ini digagas sebagai upaya mendekatkan generasi muda pada nilai sejarah dan kebudayaan lokal melalui media digital.
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menegaskan bahwa pemanfaatan media sosial perlu diarahkan ke hal-hal positif, agar generasi penerus tidak melupakan akar sejarah dan budaya daerah di tengah derasnya arus teknologi. Ia menyampaikan pesan yang akrab di telinga masyarakat Jawa: jangan sampai lupa sejarah.
Para peserta didorong mengangkat kisah-kisah lokal, mulai dari perjuangan pahlawan nasional Nyi Ageng Serang hingga asal-usul Waduk Sermo, dan mengemasnya dengan visual modern agar mudah dicerna masyarakat luas.
Kegiatan ini bukan acara kecil. Sebanyak 130 peserta ambil bagian, tidak hanya dari wilayah DIY, tetapi juga dari daerah lain seperti Surakarta dan Magelang. Karya-karya terbaik nantinya akan dipamerkan secara resmi dalam ajang tahunan Manunggal Fair pada akhir September hingga awal Oktober 2026, bertepatan dengan Peringatan Hari Jadi ke-75 Kabupaten Kulon Progo.
Yang menarik, Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo, Joko Mursito, menyebut karya-karya terbaik ini nantinya akan dijadikan monumen karya yang dipublikasikan secara luas — artinya, konten-konten ini bukan sekadar tugas kompetisi, tapi arsip digital yang akan terus hidup dan diakses publik dalam jangka panjang.
Konten Digital Butuh Fondasi Digital yang Kuat
Di balik setiap video, reels, atau dokumentasi digital yang direkam para konten kreator muda ini, ada satu kebutuhan dasar yang sering luput dari sorotan: koneksi internet yang stabil dan andal.
Proses produksi konten sejarah mulai dari riset di lapangan, pengambilan gambar di lokasi seperti Waduk Sermo, proses editing berkapasitas besar, hingga unggah ke platform digital dan publikasi resmi di ajang seperti Manunggal Fair, semuanya bergantung pada infrastruktur internet yang benar-benar bisa diandalkan, bukan sekadar ada sinyal.
Di sinilah peran penyedia layanan internet (ISP) lokal menjadi krusial. Kulon Progo, sebagai kabupaten yang kini mendorong ekosistem konten kreatif dan digitalisasi budaya, membutuhkan ISP yang memahami karakter wilayahnya sekaligus punya standar layanan yang teruji secara nasional.
DelapanBit: ISP Lokal Kulon Progo dengan Legalitas dan Sertifikasi Resmi Nasional
DelapanBit, yang dioperasikan oleh PT Delapan Broadband Intermedia dan merupakan pelopor ISP lokal pertama yang lahir, tumbuh, dan berinvestasi langsung di Kulon Progo dengan kantor pusat di Wates. Sebagai bagian dari daerah, kami siap menjadi mitra strategis dalam mendorong percepatan digitalisasi melalui penyediaan layanan internet yang cepat, stabil, dan terpercaya untuk instansi pemerintahan, sektor bisnis, hingga masyarakat. DelapanBit telah mengantongi rangkaian legalitas dan sertifikasi resmi yang menunjukkan keseriusannya membangun infrastruktur digital yang kredibel, di antaranya:• Nomor Induk Berusaha (NIB): Legalitas resmi dari pemerintah sebagai penyelenggara usaha di bidang telekomunikasi.
• Surat Keterangan Laik Operasi (SKLO) sebagai ISP: Bukti bahwa jaringan dan layanan internet DelapanBit telah lolos uji kelaikan operasi dari Kementerian Komunikasi dan Digital RI.
• SKLO sebagai Jaringan Tetap Lokal Berbasis Packet Switched melalui Media Fiber Optic: Menegaskan bahwa layanan DelapanBit berbasis infrastruktur fiber optic yang telah teruji secara teknis dan legal.
• ISO/IEC 20000-1:2018 (Information Technology Service Management System): Standar internasional untuk pengelolaan layanan TI yang konsisten dan berkualitas.
• ISO 9001:2015 (Quality Management System): Jaminan mutu manajemen operasional secara menyeluruh.
• ISO/IEC 27001:2022 (Information Security Management System): Standar keamanan informasi kelas dunia, penting untuk menjaga data pelanggan tetap aman.
• Sertifikat DNS TRUST-NG: Dikeluarkan oleh KOMDIGI, sebagai bagian dari uji keandalan sistem DNS nasional.
• Sertifikat Uji Coba Implementasi Pemblokiran Konten Negatif melalui Metode Remotely Triggered Black Hole (RTBH): Bukti partisipasi aktif DelapanBit dalam upaya pemerintah memberantas konten negatif dan perjudian daring di jaringan internet Indonesia.
Kombinasi sertifikasi ini menempatkan DelapanBit bukan hanya sebagai penyedia koneksi internet, tetapi sebagai mitra digital yang memenuhi standar keamanan, kualitas layanan, dan kepatuhan regulasi setara operator berskala nasional, sesuatu yang jarang dimiliki ISP lokal di daerah.
Menyambungkan Sejarah dan Konektivitas
Ada benang merah yang menarik antara semangat Mata Lensa Merekam Cerita Sejarah dan keberadaan DelapanBit di Kulon Progo. Pesan Wakil Bupati Ambar Purwoko agar generasi muda tidak melupakan sejarah, sembari memanfaatkan teknologi ke arah yang positif, sejalan dengan misi ISP lokal seperti DelapanBit: menyediakan infrastruktur digital yang tidak hanya cepat dan stabil, tetapi juga aman dan terpercaya.
Dengan fondasi jaringan yang kuat, generasi muda Kulon Progo bisa merekam, mengedit, dan membagikan cerita sejarah daerahnya ke seluruh Indonesia tanpa hambatan teknis.
Ketika Kulon Progo merayakan Hari Jadi ke-75 dengan memamerkan karya-karya digital anak mudanya di Manunggal Fair, ada baiknya kita juga mengapresiasi infrastruktur di baliknya, jaringan internet lokal yang telah dibangun dengan standar dan sertifikasi resmi nasional, siap mendukung geliat kreativitas digital daerah untuk terus berkembang.
Hubungi kami sekarang dan konsultasikan kebutuhan internetmu!
#internetgesityadelapanbit #wifinewongkulonprogoSouece: Sutarmi. "Kulon Progo dekatkan generasi muda kepada sejarah lewat konten digital." ANTARA News Yogyakarta, 27 Agustus 2026. https://jogja.antaranews.com/berita/850315/kulon-progo-dekatkan-generasi-muda-kepada-sejarah-lewat-konten-digital